Membuat IP & Case Pada pascal

Pembuatan If dan Case pada Pascal

Pascal merupan salah satu program yang terkemuka karena struktur penulisannya yang mengalir seperti algoritma, saat ini kita akan mempelajari perbedaan antara case dan if pada pascal 1.5 (TPW 1.5). sebelum itu perhatikan keterangan berikut ini struktur dasarnya.

Program namaprogram; ? judul program
Var jenis : variable; ? jenis variabel
Begin ; ? memulai program
Clrscr ? membersihkan layar (boleh digunakan dan tidak)
Isi ? isi program
End. ? akhir program

Keterangan
Write ? menapilkan tulisan
Writeln ? menapilkan tulisan pada garis baru
Read ? menginput data
Readln ? manginput data pada garis baru
Var ? variable


CASE

program case1;
uses wincrt;
var nip,nama : string;
pendapatan,pajak : real;
gol : char;
begin
clrscr;
writeln(’——— DAFTAR PAJAK ———-’);
writeln(’_________________________________’);
write (’NIP : ‘);readln(nip);
write (’Nama Karyawan : ‘);readln(nama);
write (’Golongan [A,B,C] : ‘);readln(gol);
write (’Pendapatan : ‘);readln(pendapatan);
case upcase(gol) of
‘A’ : begin
writeln(’Golongan ini bebas pajak’);
pajak := 0;
end;
‘B’ : pajak := 0.1 * pendapatan;
‘C’ : pajak := 0.2 * pendapatan;
else write(’Salah melakukan Penginputan data ‘);
end;
writeln(’Pajak : Rp. ‘,pajak:9:2);
end.

Tampilan saat case Di running

Sedangkan untuk program IF

program if1;
uses wincrt;
var nip,nama : string;
pendapatan,pajak : real;
gol : char;
begin
clrscr;
writeln(’——— DAFTAR PAJAK ———-’);
writeln(’_________________________________’);
write (’NIP : ‘);readln(nip);
write (’Nama Karyawan : ‘);readln(nama);
write (’Golongan [A,B,C] : ‘);readln(gol);
write (’Pendapatan : ‘);readln(pendapatan);
if (gol = ‘A’ )or (gol = ‘a’) then
pajak := 0
else if (gol = ‘B’) or (gol = ‘b’) then
pajak := 0.1 * pendapatan
else if (gol = ‘C’) or (gol = ‘c’) then
pajak := 0.2 * pendapatan
else write(’Salah melakukan Penginputan data ‘);
writeln(’Pajak : Rp. ‘,pajak:9:2);
end. 

Pemrograman pascal dengan GOTOXY

Paskal meyediakan sebuah program untuk meletakan hasil tampulan pada baris dan kolom yang sudah ditentukan oleh karena itu Fungsi Gotoxy lah berperan, sedangkan clreol untuk menghapus baris yang berada disebelah kanan kursor lebih jelas silahkan dicoba

Program ini untuk mengetahui program dengan prosedur standar Clrscr, GoTo XY dan ClrEol

Program Prak1a;
uses wincrt;
var nilai : integer;
begin
(*Contoh program dengan prosedur standar Clrscr, GoTo XY dan ClrEol*)
Writeln(’Penggunaan prosedur standar Clrscr dan GoToXY’);
Writeln(’_____________________________________________’);
Writeln;
GoToXY (20,5);
Writeln (’Anda sedang belajar Pascal’);
Writeln;
Writeln;
Writeln(’Penggunaan prosedur standar ClrEol’);
Writeln(’__________________________________’);
Writeln;
GoToXY (15,10);
Write(’Masukkan sebuah nilai integer:’);
Readln(Nilai);
GoToXY(15,10);
ClrEol;
Writeln(’Anda Pintar !!’);
end. 

Tipe Data dan Operator (pascal)

Tipe Data menunjukkan suatu nilai yang dpat digunakan oleh sutu variable yang bersangkutan.
Tipe Data dalam Pascal :
1. Tipe Data Sederhana, terdiri dari :
a. Tipe data standar :
– integer : merupakan tipe data berupa bilangan bulat
- real : merupakan jenis bilangan pecahan
– char : merupakan karakter yg ditulis diantara tanda petik tunggal. Ex : ‘A’, ‘a’, ‘5′ dll
– string : merupakan urut-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik tunggal.
– boolean : merupakan tipe data logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE atau FALSE .
b. Tipe data didefinisikan pemakai
2. Tipe Data Terstruktur, terdiri dari :
a. Array
b. Record
c. File
d. Set
3. Tipe Data PointerOperator
Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal di kelompokkan dalam :
1. Assignment operator (operator pengerjaan) menggunakan simbol titik dua diikuti oleh tanda sama dengan (:=). Contoh –> A:=B;

2. Binary operator digunakan untuk mengoperasikan dua buah operand yang berbentuk konstanta ataupun variable. Operator ini digunakan untuk operasi arithmatika yang berhubungan dgn nilai tipe data Integer dan Real. Operasi yang dilakukan adalah : Pertambahan (+), Pengurangan (-), Perkalian (*), Pembagian Bulat (DIV), Pembagian Real (/) dan Modulus atau Sisa Pembagian (MOD)

3. Unary operator, operator ini menggunakan sebuah operand saja dapat berupa unary minus dan unary plus. Contoh : +2.5, a+(+b) dll

4. Bitwise operator digunakan untuk operasi bit per bit pada nilai integer.
Operator yang digunakan (NOT, AND, OR, XOR, Shl, Shr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda :